Harga Gula Dunia

Pasokan Surplus, Harga Gula Berisiko Turun ke US$12 sen/pon

Post at Thursday, 07 September 2017 , Comment

SURABAYA (07/09/2017) Harga gula berpotensi merosot ke level US$12 sen per pon pada akhir 2017 akibat proyeksi surplus pasokan di pasar global. Pada perdagangan Rabu (6/9) pukul 15.44 WIB, harga gula di Bursa ICE New York untuk kontrak Oktober 2017 merosot 0,06 poin atau 0,43% menuju US$13,97 sen per pon. Sepanjang tahun berjalan harga gula telah merosot 28,90%. Kondisi itu berbanding terbalik dengan lonjakan harga gula sebesar 30,48% pada 2016 setelah mengalami tren bearish sejak 2010.

Senior Research and Analyst Asia Trade Point Futures (ATPF) Andri Hardianto menyampaikan, merosotnya harga gula akan menguntungkan negara importir, seperti Indonesia.

Mengutip data Bank Dunia, Negeri Khatulistiwa menerima 3,4 juta ton gula pada musim 2016—2017 dan menjadi importir kedua terbesar di pasar global setelah China yang menyerap 6 juta ton.

Besarnya impor gula Indonesia sejalan dengan permintaan sektor industri makanan dan minuman yang terus tumbuh. Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) memperkirakan industri ini mampu tumbuh 8% pada tahun ini. “Kondisi harga gula yang terus turun berdampak positif bagi Indonesia selaku importir,” ujarnya saat dihubungi Bisnis, Rabu (5/9). Dalam jangka panjang, sambung Andri, sentimen surplus pasokan akan membayangi pasar gula global. Oleh karena itu, harga cenderung tertekan menuju US$12 sen per pon pada akhir 2017. Menurutnya, kenaikan produksi gula Brasil dan India ditopang oleh faktor cuaca yang kondusif untuk tanaman tebu. (Jo/sumber : disini)

Read More

(04/03) Naik Dalam 6 Minggu Terakhir, Harga Gula Dunia USD423,80

Post at Monday, 07 March 2016 , Comment

SURABAYA (07/03/2016) Harga gula dunia dunia ditutup menguat pada transaksi akhir pekan Jumat (04/03) lalu. Harga komoditas ini mengalami kenaikan tinggi dengan menguatnya mata uang Real Brazil. Kenaikan tersebut merupakan level tertinggi sejak 15 Januari. Dalam transaksi terakhir, real Brasil naik 2,6% ke 3,7927 per dolar, tingkat terkuat sejak pertengahan Desember, sebagai berita lokal melaporkan bahwa skandal Petrobras bisa melebar untuk menjerat para pemimpin di negeri tersebut.

Kenaikan harga gula juga akibat penurunan produksi dari India. Banyak pabrik gula di India telah menghentikan produksi karena kekurangan pasokan tebu. Menurut Indian Sugar Mills Association, lebih dari 100 dari 513 pabrik gula yang mengolah tebu tahun penanaman  2015/16 sudah menghentikan produksinya pada akhir Februari. 

Transaksi gula kristal putih (white sugar plantation) di bursa berjangka London LIFFE ditutup menguat sebesar USD 2,90 menjadi USD 423,80 untuk pengapalan bulan Mei 2016. Untuk bulan Agustus 2016 harga menjadi USD 418,70 (naik USD 2,20), bulan Oktober 2016 menjadi USD 414,20 (naik USD 1,40), bulan Desember 2016 menjadi USD 413,90 (naik USD 0,30), dan untuk pengapalan bulan Maret 2017 harga turun sebesar USD 0,10 menjadi USD 414,70.

Untuk transaksi di bursa berjangka New York ICE US, harga raw sugar turun sebesar USD 0,01 menjadi USD 14,83 untuk pengapalan bulan Mei 2016.  Untuk bulan Juli 2016 harga menjadi USD 14,70 (naik USD 0,03), bulan Oktober 2016 menjadi USD 14,83 (naik USD 0,04), bulan Maret 2017 menjadi USD 15,30 (naik USD 0,04), bulan Mei 2017 harga naik sebesar USD 0,08 menjadi USD 15,14.

Sedangkan untuk raw sugar kontrak nomor 16, harga turun sebesar USD 0,09 menjadi USD 25,51 untuk bulan Mei 2016. Untuk bulan Juli, September, dan November 2016 tidak terjadi transaksi dengan penutupan harga masing-masing USD 25,76 (naik USD 0,01), USD 25,97 (turun USD 0,02), USD 25,80 (flat), dan untuk bulan Januari 2017 harga ditutup USD 25,50 (turun USD 0,11).

Harga tersebut diatas adalah berlaku di negara asal, FOB per ton untuk gula kristal putih dan FOB per pound (lb) untuk gula raw sugar serta belum termasuk biaya pengapalan dan premium. Sedangkan nilai tukar rupiah pada  Jumat  (04/03) lalu adalah Rp 13.225,- per 1 USD. (Jo/berbagai sumber)

Read More

(15/02) Harga Gula Kristal Putih Dunia Naik, USD 380,00

Post at Tuesday, 16 February 2016 , Comment

SURABAYA (16/02/2016)  Di bursa berjangka London LIFFE harga gula kristal putih (white sugar plantation) dunia naik sebesar USD 1,50 menjadi USD 380,00 untuk pengapalan bulan Mei 2016. Untuk bulan Agustus 2016 harga menjadi USD 376,80 (naik USD 2,60), bulan Oktober 2016 menjadi USD 377,00 (naik USD 2,30), bulan Desember 2016 menjadi USD 381,90 (naik USD 1,70), bulan Maret 2017 menjadi USD 386,40 (naik USD 1,70), bulan Mei 2017 menjadi USD 386,40 (naik USD 1,70), dan untuk pengapalan bulan Agustus 2017 harga naik sebesar USD 1,70 menjadi USD 384,80.

Sedangkan bursa berjangka ICE US libur memperingati President’s Day.

Harga tersebut diatas adalah berlaku di negara asal, FOB per ton untuk gula kristal putih belum termasuk biaya pengapalan dan premium. Sedangkan nilai tukar rupiah pada Senin  (12/02) lalu adalah Rp 13.538,- per 1 USD. (Jo/berbagai sumber)

Read More

(21/01) Menguat Signifikan, Harga Gula Dunia USD 427,20

Post at Friday, 22 January 2016 , Comment

SURABAYA (22/01/2016) Setelah sebelumnya sempat melorot, harga gula kristal putih (white sugar plantation) dunia menguat signifikan pada penutupan Kamis (21/01) kemarin di bursa berjangka London LIFFE kontrak nomor 5. Untuk pengapalan bulan  Maret 2016  harga menjadi USD 427,20 atau naik sbeesar USD 9,40. Untuk bulan Mei 2016 harga menjadi USD 417,10 (naik USD 8,10), bulan Agustus 2016 menjadi USD 409,40 (naik USD 6,80), bulan Oktober 2016 menjadi USD 402,00 (naik USD 5,80), dan untuk pengapalan bulan Desember 2016 harga naik USD 5,90 menjadi USD 400,60.

Demikian juga untuk transaksi gula mentah (raw sugar) di bursa berjangka New York kontrak nomor 11, untuk bulan Maret 2016 harga naik sebesar USD 0,27 menjadi USD 14,45. Untuk pengapalan bulan Mei 2016 harga menjadi USD 14,16 (naik USD 0,25), bulan Juli 2016 menjadi USD 13,93 (naik USD 0,24), bulan Oktober 2016 menjadi USD 14,01 (naik USD 0,22), dan untuk pengapalan bulan Maret 2017 harga menjadi USD 14,40 atau naik sebesar USD 0,21.

Sedangkan penurunan harga terjadi pada kontrak nomor 16 New York, untuk bulan Maret 2016 harga menjadi USD 25,70 (turun USD 0,11), bulan Mei 2016 menjadi USD 25,80 (turun USD 0,13), bulan Juli 2016 menjadi USD 25,90 (turun USD 0,07), bulan September 2016 menjadi USD 25,99 (naik USD 0,01), dan bulan November 2016 tidak terjadi transaksi  dengan penutupan harga sebesar USD 25,88 atau turun sebesar USD 0,10.

Harga tersebut diatas adalah berlaku di negara asal, FOB per ton untuk gula kristal putih dan FOB per pound (lb) untuk gula raw sugar serta belum termasuk biaya pengapalan dan premium. Sedangkan nilai tukar rupiah pada  Kamis  (21/01) lalu adalah Rp 13.968,- per 1 USD. (Jo/berbagai sumber)

Read More

Harga Gula Dunia Cuma US$ 450/Ton

Post at Friday, 15 January 2016 , Comment

SURABAYA (15/01/2016) Harga gula di pasar internasional masih akan bergerak di bawah US$ 450 per ton FOB (harga di lokasi penjual). Padahal, pasar gula dunia tahun ini akan mengalami defisit antara 3,3-5,2% dari total konsumsi. Produksi gula dunia pada tahun perdagangan 2015/2016 turun 0,5% menjadi 173,4 juta ton dibandingkan 2014/2015 yang masih sebanyak 174,3 juta ton.

Mengutip data Departemen Pertanian Amerika Serikat (USDA), produksi gula dunia pada tahun perdagangan 2015/2016 turun 0,5% menjadi 173,4 juta ton. Sedangkan konsumsi dunia naik 1,6% menjadi 174,2 juta ton dari sebelumnya 171,5 juta ton. Volume impor di pasar dunia naik 2,6% menjadi 52,9 juta ton dari sebelumnya 51,6 juta ton. Sedangkan, arus ekspor meningkat 3,1% menjadi 55,8 juta ton dari sebelumnya 54,2 juta ton.

Penasihat Senior Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Wayan R Susila mengatakan, stok akhir gula dunia pada 2015/2016 anjlok 8,5% menjadi 40,5 juta ton dari 2014/2015 yang mencapai 44,3 juta ton. Tapi, harga gula dunia tahun ini diperkirakan hanya naik tipis, tetapi tetap di bawah US$ 450 per ton FOB. “Jika harga minyak bumi di pasar dunia terus tertekan, sangat mungkin sejumlah negara produsen utama gula dunia, khususnya Brasil, akan menaikkan produksi. Ini akan diikuti kecenderungan pengurangan produksi bioetanol sehingga harapan harga gula akan naik semakin tipis," kata Wayan saat jumpa pers tentang Outlook Gula Tahun 2016 di Jakarta, Rabu (14/1).

Karena itu, lanjut Wayan, harga gula di pasar domestik akan bergantung pada manajemen stok. Pemerintah harus memastikan bahwa impor gula hanya sebatas selisih antara kebutuhan dan produksi. “Jaminan tidak adanya rembesan gula kristal rafinasi (GKR) sangat penting. Hal ini sangat diperlukan dalam rangka menjaga terwujudnya harga pada level produsen yang melecut semangat peningkatan daya saing," kata Wayan. (Yns/Sumber : disini)

Read More

(11/01) Meneruskan Melemah, Harga Gula Dunia USD 414,80

Post at Tuesday, 12 January 2016 , Comment

SURABAYA (12/01/2016) Masih meneruskan melemah, harga gula kristal putih (white sugar plantation) dunia kontrak nomor 5 turun sebesar USD 4,90 menjadi USD 414,80  untuk pengapalan bulan Maret 2016 pada penutupan transaksi di bursa berjangka London LIFFE Senin (11/01) kemarin. Untuk bulan Mei 2016 harga menjadi USD 408,40 (turun USD 4,30), bulan Agustus 2016 menjadi USD 401,90 (turun USD 4,20), bulan Oktober 2016 menjadi USD 396,30 (turun USD 3,90), dan untuk pengapalan bulan Desember 2016 harga menjadi USD 395,20 atau turun sebesar USD 3,10.

Demikian juga dengan transaksi gula mentah (raw sugar) kontrak nomor 11 di bursa berjangka New York. Harga ditutup USD 14,15 (turun USD 0,31) untuk pengapalan bulan Maret 2016, bulan Mei 2016 harga menjadi USD 13,91 (turun USD 0,27), bulan Juli 2016 menjadi USD 13,70 (turun USD 0,24), bulan Oktober 2016 menjadi USD 13,80 (turun USD 0,22), dan untuk pengapalan bulan Maret 2017 harga turun sebesar USD 0,21 menjadi USD 14,23.

Sedangkan untuk kontrak nomor 16, harga naik sebesar USD 0,05 menjadi USD 25,95 untuk bulan Maret 2016 dan untuk bulan Mei 2016 harga menjadi USD 26,00 (naik USD 0,02). Untuk bulan Juli, September dan November 2016 tidak terjadi transaksi dengan penutupan harga flat masing-masing sebesar USD 25,95.

 Harga gula dunia tersebut menjadi turun terpengaruh oleh pelemahan harga minyak mentah, tertekan kelebihan pasokan global dan prospek permintaan yang suram. Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) turun 0,33 persen, atau 11 sen, pada 33,16 dollar per barel, turun sekitar 10 persen untuk minggu ini. Harga minyak mentah Brent turun 24 sen ke 33,51 dollar per barel. Sementara itu para pedagang memprediksi bahwa harga minyak yang lebih rendah akan mendorong produsen tebu lebih memilih mengkonversi tebu menjadi gula dibandingkan etanol.

Harga tersebut diatas adalah berlaku di negara asal, FOB per ton untuk gula kristal putih dan FOB per pound (lb) untuk gula raw sugar serta belum termasuk biaya pengapalan dan premium. Sedangkan nilai tukar rupiah pada  Senin (11/01) lalu adalah Rp 14.005,- per 1 USD. (Jo/berbagai sumber)

Read More