PRODUK

  • Gula Kristal Putih

    Produk utama yang dihasilkan oleh PT Perkebunan Nusantara XI adalah gula kristal putih (GKP) berbasis tebu. Hingga kini, gula yang menjadi core business PTPN XI masih merupakan komoditas vital-strategik dalam ekonomi pangan Indonesia. Keberadaannya tidak hanya diperlukan sebagai pemanis berkalori yang menjadi salah satu bahan kebutuhan pokok (basic needs) masyarakat, melainkan juga bahan baku bagi industri makanan dan minuman. Pola produksinya yang melibatkan petani tebu, menyebabkan pemerintah masih merasa perlu mengeluarkan sejumlah kebijakan dan regulasi agar harga gula secara wajar dan menguntungkan semua pihak dapat diwujudkan.

    Read More
  • GUPALAS

    Mulai tahun 2011 PT Perkebunan Nusantara XI mulai memasarkan gula dalam kemasan 1 kg dengan menggunakan merek GUPALAS (Gula Pasir Sebelas). Penjualan gula dalam kemasan 1 kg ditujukan kepada pengguna akhir (end user) dengan kriteria GKP I dengan ICUMSA 80-100 IU atau dikenal sebagai gula kristal putih dengan mutu premium. GUPALAS di produksi oleh Pabrik Gula Semboro Jember Jawa Timur.

    Read More
  • Karung Plastik PK Rosella Baru

    Karung Plastik merupakan produk yang dihasilkan oleh unit usaha Pabrik Karung (PK) Rosella Baru yang berlokasi di Ngoro Industri Persada Mojokerto. Karung plastik yang diproduksi oleh PK Rosella ini digunakan dalam rangka pemenuhan kebutuhan untuk keperluan produksi gula di setiap pabrik gula yang dimiliki oleh PTPN XI. Selain itu produksi karung juga dilakukan untuk pemenuhan pesanan dari pihak di luar PTPN XI dan unit usahanya. Apabila anda tertarik dengan produksi unit usaha dari PK Rosella, silahkan hubungi kami di kontak atau datang langsung ke Kantor Pusat di Jalan Merak No.1 Surabaya.

    Read More

BERITA

Pengumuman Pemenang Lomba Karya Inovasi Tahun 2018 Tahap I

Post at Monday, 21 May 2018,

Berdasarkan hasil penilaian presentasi tahap seleksi proposal oleh Dewan Juri Lomba Karya Inovasi Tahun 2018 PT Perkebunan Nusantara XI yang telah dilaksanakan pada 17 Mei 2018, berikut disampaikan nama-nama peserta Lomba Karya Inovasi Tahun 2018 PT Perkebunan Nusantara XI sebagai PEMENANG TAHAP I SELEKSI PROPOSAL

Download disini

Read More

Fun Walk & Lomba Mancing Ceria

Post at Tuesday, 08 May 2018,

Fun Walk & Lomba Mancing Ceria

SITOBONDO - Berbagai kegiatan digelar oleh Pabrik Gula dalam menyambut musim giling tahun 2018, tak ketinggalan PG Olean. Pabrik Gula yang dikenal dengan beragam keunikannya ini Ahad (06/05) lalu mengadakan jalan santai & lomba mancing ceria gratis. Peserta adalah masyarakat sekitar PG Olean termasuk siswa siswi TK dan SD di Olean. Peserta fun walk mencapai 1000 orang & Peserta Mancing ceria 50 anak usia maksimal 7 tahun.

#ptpnxi #ptpn11 #holdingperkebunan #kementrianbumn #kbumn #forumhumasbumn #fhbumn #agriwisataolean #pgolean #situbondo @banggasitubondo @exploresitubondo.id @pesonasitubondo @situbondohits #portalptpn11 #title_Fun-Walk-&-Lomba-Mancing-Ceria
Read More

Ada Tebu Dinikahkan Di Jember Diarak Layaknya Pengantin Manusia

Post at Tuesday, 08 May 2018,

Ada Tebu Dinikahkan di Jember, Diarak Layaknya Pengantin Manusia

JEMBER - Pabrik Gula (PG) Semboro, Jember, memiliki tradisi unik saat akan melakukan giling tebu. Tradisi tersebut yakni menikahkan dua batang tebu sebelum masuk ke penggilingan. Tradisi yang terjadwal tiap tahun ini disebut Petik Tebu Manten.

Kemeriahan dan kemegahan pernikahan dua batang tebu ini tidak kalah dengan pernikahan manusia. Bahkan, dua batang tebu yang dinikahkan juga dirias layaknya pengantin sungguhan. Dua batang tebu pria dan wanita yang diberi nama Raden Bagus Rosan dan Dyah Ayu Roro Manis lalu diarak sejauh 15 km sebelum penyerahan simbolis ke Kepala Instalasi PG Semboro.

General Manager (GM) PG Semboro Agus Setiono mengatakan, tradisi Petik Tebu Manten ini, digelar sebagai ungkapan rasa syukur atas akan dilaksanakannya penggilingan gula tahun ini. "Filosofi mengawinkan Raden Bagus Rosan dan Dyah Ayu Roro Manis ini sebagai simbol perkawinan antara PG dan Petani agar tetap berhubungan baik," kata Agus di lokasi perkebunan tebu PTPN XI Gunungsari, Kencong, Senin (7/5/2018). Agus menjelaskan, proses giling rencananya akan dimulai 21 Mei mendatang dan diharapkan selesai akhir September 2018. Jumlah tebu yang akan digiling diperkirakan sebanyak 860.100 ton. "Proses penggilingan akan dilakukan selama kurang lebih 130 hari, dengan kapasitas giling rata-rata 7.000 ton tebuperhari," jelasnya.

Sumber: https://m.detik.com/news/jawatimur/4008759/ada-tebu-dinikahkan-di-jember-diarak-layaknya-pengantin-manusia

#ptpnxi #ptpn11 #holdingperkebunan #kementrianbumn #kbumn #forumhumasbumn #fhbumn #pgsemboro #jember #localwisdom #kearifanlokal #budaya #nusantara
#portalptpn11 #title_Ada-Tebu-Dinikahkan-di-Jember-Diarak-Layaknya-Pengantin-Manusia
Read More

Pengumuman Nominasi Tahap I Lomba Karya Inovasi 2018

Post at Saturday, 05 May 2018,

Pengumuman Nominasi Tahap I Lomba Karya Inovasi 2018
SURABAYA - Setelah panitia menyeleksi karya yang masuk, maka berikut disampaikan daftar nominasi tahap pertama Lomba Karya Inovasi 2018 sebagai berikut : (link)

1. Pengumuman non teknis https://drive.google.com/open?id=1mMWX2YbazHlZ1qvpHzTJvOnVkPQz1sl_

2. pengumuman teknik https://drive.google.com/open?id=1LzWhtpabu81wSj6yAVhCoVBi9ltVimSQ

Selamat kepada peserta dan diharapkan untuk segera mempersiapkan tahap selanjutnya.

Kegiatan ini diadakan sebagai apresiasi atas ide, gagasan dan inovasi karyawan PT Perkebunan Nusantara XI dalam peningkatan nilai guna bisnis yang dijalankan perusahaan.

#ptpnxi #ptpn11 #holdingperkebunan #kementrianbumn #kbumn #forumhumasbumn #fhbumn #lombakaryainovasi2018 #aksikaryawan #inovasi #portalptpn11 #title_Pengumuman-Nominasi-Tahap-I-Lomba-Karya-Inovasi-2018
Read More

Mesin Uap Di PG Olean Situbondo Akan Jadi Wisata Dunia

Post at Sunday, 29 April 2018,

Mesin Uap di PG Olean Situbondo akan Jadi Wisata Dunia

SITUBONDO – Wisata mesin uap (heritage) yang dimiliki oleh PT Perkebunan Nusantara XI atau Pabrik Gula Olean di Desa Olean, Kecamatan Situbondo, Kabupaten Situbondo, Jawa Timur diusulkan menjadi wisata dunia mengingat mesin tersebut merupakan cagar budaya dunia yang dilestarikan dan tidak mengalami modernisasi.
Hal tersebut dilansir oleh www.internationalsteam.co.uk bahwa satu satunya mesin uap di Jawa Timur hanya ada di PG Olean. Untuk melestarikan cagar budaya ini, oleh Belanda diusulkan untuk menjadi wisata dunia, mengingat selama perang dunia 1 taupun 2, PTPN XI tidak mengalami modernisasi baik secara teknologi dan arsitektrur.
Saat ini, PG Olean dibawah ancaman penutupan karena produksi gula sudah tidak bisa bersaing, sementara petani lokal banyak yang menanam tanaman komersial lain seperti padi, jagung dan lain – lain.
Sofyan Hadi sebagai tokoh muda yang terlahir di Olean mengungkapkan, Pemerintah Daerah dan PTPN XI juga berperan aktif serta mendorong untuk menjaga cagar budaya di Pabrik Gula di desa Olean sebagai potensi daerah sebagai pengembangan wisata.
“Terbayang waktu kecil dulu, pernah menaiki lokomotif uap di saat bermain pada masa kecil. Saya rindu lokomotif bisa hidup kembali sebagai wisata yang bisa dinikmati oleh masyarakat, “ katanya kepada TIMES Indonesia (timesindonesia.co.id), Kamis (26/4/2018).
Sofyan berharap agar konsep pelestarian dan pemeliharaan cagar budaya tersebut dapat ditindak lanjuti oleh Pemerintah Daerah dan pihak Pabrik Gula Olean karena Kabupaten Situbondo akan menyambut kunjungan wisata tahun 2019.

Sumber : https://m.timesjatim.com/read/35200/20180426/165741/mesin-uap-di-pg-olean-situbondo-akan-jadi-wisata-dunia/#

#ptpnxi #ptpn11 #holdingperkebunan #kementrianbumn #kbumn #forumhumasbumn #fhbumn #agriwisataolean #pgolean #cagarbudaya #situbondo @banggasitubondo @exploresitubondo.id @pesonasitubondo @situbondohits #portalptpn11 #title_Mesin-Uap-di-PG-Olean-Situbondo-akan-Jadi-Wisata-Dunia
Read More

Gowes Tour De Tjolomadoe

Post at Sunday, 29 April 2018,

Gowes, Tour De Tjolomadoe

SOLO-Memeriahkan puncak peringatan HUT BUMN #20tahunkementrianbumn, tim gowes PT Perkebunan Nusantara XI mengikuti Tour De Tjolomadoe Ahad (29/04) di Solo. Tim dipimpin langsung oleh direktur operasional Daniyanto. Sebagai informasi, gowes merupakan kegiatan yang selalu ada di masing-masing unit usaha Pabrik Gula.
#ptpnxi #ptpn11 #holdingperkebunan #kementrianbumn #kbumn #forumhumasbumn #fhbumn #gowes #20tahunkementrianbumn #detjolomadoe2018 #portalptpn11 #title_Gowes-Tour-De-Tjolomadoe
Read More

Colour Fun Walk

Post at Saturday, 28 April 2018,

Colour Fun Walk
#repost
Sahabat PTPN XI, silahkan hadir dan meriahkan Colour Fun Walk besok Ahad (29/04) di @pgpoerwodadie ...... bagi senyummu, raih hadiahnya....:-) Info lebih lanjut klik @wisatasae

#ptpnxi #ptpn11 #holdingperkebunan #kementrianbumn #kbumn #forumhumasbumn #fhbumn #pekanbudaya #paradebudaya #pgpoerwodadie #colourwalk #portalptpn11 #title_colour-fun-walk
Read More

PTPN XI Tanam Tebu Giling Sumber:

Post at Thursday, 26 April 2018,

PTPN XI Tanam Tebu Giling di Buleleng

BALI - PT. Perkebunan Nasional (PTPN) XI PG Asem Bagus, Jawa Timur bersama belasan petani mulai melakukan penanaman perdana tebu giling di Desa Penyabangan, Kecamatan Gerokgak Kabupaten Buleleng, Bali. "Penanaman tebu sebagai langkah awal dalam pengembangan tanaman bernilai ekonomis di wilayah Kabupaten Buleleng, merupakan varietas N.XI 1.3 pada lahan seluas 3,8 hektare. Sebanyak sekitar 6.000 sampai 6.500 mata tunas tebu telah ditanam," kata Manajer Tanaman 1 PTPN XI PG Asem Bagus, Tri Antono, Kamis.
Ia menjelaskan, pihaknya akan menanam sembilan varietas tebu di wilayah daerah Buleleng. Untuk itu, mencari varietas-varietas yang cocok ditanam pada lahan di pesisir utara Pulau Bali.
Dipilihnya varietas N.XI 1-3 pada penanaman perdana tersebut karena sudah teruji di daerah Jawa dan tanah serta iklim di Buleleng juga sama dengan iklim di Banyuwangi yakni tipe C. "Iklim hanya sebagai pendukung. Untuk perawatan tergantung dari kita. Saya yakin minimal 80 ton bisa dihasilkan dengan perawatan yang baik dan hal-hal pendukung lainnya," ujar Tri Antono.
Sementara Wakil Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra yang turut melakukan penanaman perdana bersama belasan petani pada hari Rabu (25/4) mengatakan, penanaman tebu di Desa Penyabangan merupakan hasil survei Kementerian Pertanian di Buleleng.
Kementerian Pertanian bersama PTPN XI ingin memanfaatkan lahan kritis dan kering untuk budi daya tebu. "Proyek percontohan perkebunan tebu di wilayah Gerokgak melibatkan 440 kepala keluarga. Kami berharap program ini dapat terlaksana dengan baik, sebagai upaya mengubah taraf hidup dan kesejahteraan petani di Buleleng," katanya.
Seorang petani pemilik lahan, Putu Budi Trisna, mengakui dirinya masih sangat awam dengan budi daya penanaman tebu ini. Namun, pemerintah pusat dan daerah serta pihak PTPN XI PG Asem Bagus sudah melakukan pelatihan-pelatihan kepada para petani. (Telah diedit menyesuaikan batas karakter)
#ptpnxi #ptpn11 #holdingperkebunan #kementrianbumn #kbumn #forumhumasbumn #bali #situbondo @antaranewscom #portalptpn11 #title_PTPN-XI-Tanam-Tebu-Giling
Sumber: https://bali.antaranews.com/berita/127624/ptpn-ix-tanam-tebu-giling-di-buleleng
Read More

Raih Revolusi Mental BUMN Award 2018

Post at Thursday, 26 April 2018,

Raih Revolusi Mental BUMN Award 2018

JAKARTA - Gede Meivera Utama A.P. mendapat penghargaan Revolusi Mental BUMN Award 2018 bronze winner kategori The Best Leadher Revolusi Mental Etos Kerja Terbaik Rabu (25/04) malam kemarin di Jakarta.
Penilaian yang mengacu pada nilai Integritas, etos kerja, dan gotong royong dengan menggunakan tema Revolusi Kinerja & Pelayanan BUMN dan Anak Perusahaan BUMN ini diselenggarakan salah satu majalah besar nasional. Tercatat sebanyak 82 perusahaan BUMN dan anak perusahaan BUMN dan BPJS Ketenagakerjaan serta Kesehatan terdaftar sebagai peserta, namun hanya sejumlah 52 perusahaan yang lolos seleksi.
Selanjutnya Gede Meivera Utama A.P. yang saat ini sebagai Direktur Utama PTPN XI berharap agar setiap karyawan memiliki integritas yang kuat. "Saya berharap nilai-nilai integritas, transparansi, etos kerja, kebersamaan bisa ditumbuhkan dalam setiap insan korporasi. Ini selaras dengan implementasi tata kelola perusahaan yang baik sebagai upaya untuk meningkatkan performa perusahaan", jelasnya disela-sela kegiatan tersebut.
Sebelumnya Gede Meivera Utama A.P. menjabat sebagai Direktur Utama PT PG Rajawali I dan sesuai keputusan pemegang saham nomor SK-106/MBU/04/2018 dan nomor 3.06/SKPTS/R/13/2018 per tanggal 23 April 2018 menjabat sebagai Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara XI.

#ptpnxi #ptpn11 #holdingperkebunan #kementrianbumn #kbumn #forumhumasbumn #fhbumn #profil #revolusimentalbumnaward2018 #direkturutama #award2018 #portalptpn11 #title_Raih-Revolusi-Mental-BUMN-Award-2018
Read More

Membuat Sejumlah Terobosan

Post at Tuesday, 24 April 2018,

Membuat Sejumlah Terobosan

SURABAYA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI telah beroperasi sejak kolonial Hindia Belanda berkuasa, abad 18. Saat ini, perusahaan yang merupakan hasil restrukturisasi dan penggabungan itu mengoperasikan 16 unit pabrik gula, empat rumah sakit, satu poliklinik, satu pabrik karung plastik, dan satu pabrik penyulingan ethanol distillery di Jawa Timur. Sedangkan Flora Pudji Lestari yang duduk sebagai Direktur Komersial PTPN XI adalah satu ujung tombak penentu kemajuan perusahaan pelat merah itu. “Dari awalnya manual kemudian pada tahun ini SAP efektif berlaku. Sekarang lebih terintegrasi, analisis, dan kontrol terhadap inefesiensi lebih mudah, sehingga banyak manfaat yang didapat perusahaan. Untuk inovasi selain produk bulki, mengupayakan penjualan produk yang memiliki nilai tambah dan margin yang lebih besar,” ujarnya. “Ini terkait strategi perusahaan, dalam era seperti ini kita harus betransformasi. Mau tidak mau kita tidak bisa berpangku tangan, masih banyak sumber daya yang belum dimanfaatkan. Kita harus melompat dengan transformasi bisnis agar dapat mengarah ke produk-produk hilirisasi, dan diversifikasi usaha,” tuturnya.
Selain bisnis, Flora juga berperan membangun budaya baru perusahaan yang lebih sesuai dengan tantangan zaman, “SIAPPP” (Sinergi, Inovasi, Amanah, Pelayanan Prima, Produktivitas dan Peduli). Budaya baru itu didasari budaya induk perusahaan, “Jujur Tulus Ikhlas”. Flora menambahkan, untuk mencapai sebuah keberhasilan, yang harus diingat oleh setiap orang adalah menjaga kepercayaan atas kewajiban yang diemban. “Yang penting kerja itu kita amanah karena bagi saya pribadi, integritas dan loyalitas sangat diperlukan. Lalu wawasan dan cara pandang yang lebih komprehensif dalam melihat keadaan, agar menyikapi masalah tidak sebagai kendala, tapi sebagai tantangan untuk berkreasi dan melompat semakin maju,” pungkas dia.
http://www.koran-jakarta.com/membuat-sejumlah-terobosan/
(Telah diedit menyesuaikan batas karakter)

#ptpnxi #ptpn11 #holdingperkebunan #kementrianbumn #kbumn #forumhumasbumn #fhbumn #profil #portalptpn11 #title_membuat-sejumlah-terobosan @koranjakarta.id
Read More

Pastikan Kesiapan Giling Komisaris Kunjungi PG Djatiroto

Post at Monday, 23 April 2018,

Pastikan Kesiapan Giling, Komisaris Kunjungi PG Djatiroto

LUMAJANG - Komitmen menyelesaikan proyek revitalisasi juga terlihat di PG Djatiroto, meski hari libur terlihat beberapa pekerja sedang mengerjakan pekerjaan untuk menyelesaikan proyek.
Minggu (22/04) dewan komisaris melakukan kunjungan kerja meninjau penyelesaian proyek revitalisasi PG Djatiroto.
"Sama dengan yang kami rasakan di PG Assembagoes pada awalnya, pesimis berubah menjadi optimis ketika melihat perkembangan proyek hingga saat ini", ungkap Dedy Mawardi Komisaris Utama PTPN XI.
Menurutnya meskipun progress total revitalisasi masih mencapai kisaran 60%, tetapi dengan peralatan existing PG Djatiroto masih bisa melakukan aktivitas giling tahun 2018. "Secara total revitalisasi masih mencapai kisaran 60% dengan rencana penyelesaian tahun 2019. Tetapi untuk tahun 2018 ini PG Djatiroto siap untuk giling dengan menggunakan peralatan existing dan beberapa alat yang telah selesai terpasang. Dengan demikian pelayanan kepada petani tidak terganggu", jelasnya lebih lanjut.
Komisaris Utama PTPN XI tersebut Berharap giling 2018 PG Djatiroto bisa optimal dalam pencapaian target meski revitalisasi belum tuntas selesai.
"Meskipun demikian diharapkan kualitas GKP produksi memenuhi SNI dengan icumsa kurang dari 200. 2018 kami masih menggunakan sulfitasi, tetapi 2019 nanti diganti remelt karbonatasi sehingga icumsa diharapkan kurang dari 100", jelas Agus Noor Widodo General Manager PG Djatiroto yang mendampingi selama kegiatan tersebut.
" Kami juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas komitmen semua pihak, karyawan dan konsorsium untuk menyelesaikan revitalisasi dan semua upaya untuk siap giling tahun 2018", ungkap HJG Winachyu Komisaris PTPN XI.
Revitalisasi PG Djatiroto dilaksanakan oleh konsorsium Hutama Karya-UTTAM-Euroasiatic dengan capaian peningkatan kapasitas giling menjadi 10.000 TCD, excess power 10MW dan Icumsa kurang dari 100.

#ptpnxi #ptpn11 #holdingperkebunan #kementrianbumn #kbumn #forumhumasbumn #fhbumn #revitalisasi #pabrikgula #pmn #pgdjatiroto #lumajang #portalptpn11 #title_Pastikan-Kesiapan-Giling-Komisaris-Kunjungi-PG-Djatiroto
Read More

(05/02) Menguat, Harga Gula Dunia USD 361,20

Post at Tuesday, 06 February 2018,

SURABAYA (06/02/2018) Awal pekan ini, Senin (05/02), harga gula kristal putih (white sugar plantation) dunia ditutup menguat signifikan di bursa berjangka LIFFE untuk kontrak nomor 5. Untuk pengapalan bulan Maret 2018 harga naik sebesar USD3.10 menjadi USD361.20, untuk bulan Mei 2018  harga menjadi USD364.30 (naik USD3.50), bulan Agustus 2018 menjadi USD364,00 (naik USD2.90), bulan Oktober 2018  menjadi USD371.70 (turun USD 2.60), dan pengapalan bulan  Desember 2018  harga menjadi USD377.30 atau naik sebesar USD2.00.

Demikian juga pada transaksi gula mentah (raw sugar) di bursa berjangka New York ICE US Kontrak nomor 11. Harga naik sebesar USD0,27 atau  menjadi USD13,90 untuk pengapalan bulan Maret 2018. Untuk bulan Mei 2018  harga menjadi USD13.86 (naik  USD0.18), bulan Juli 2018 harga menjadi USD14,03 (naik USD 0.13), bulan Oktober 2018 menjadi USD14.33 (naik USD0.10), dan untuk pengapalan bulan Maret 2019 harga menjadi USD15,76 atau naik sebesar USD0.08.

Untuk kontrak nomor 16 New York, harga turun yakni sebesar USD0.08 menjadi USD25.80 bulan Maret 2018. Untuk bulan Mei 2018 harga menjadi USD26.32 (turun USD0.08) dan bulan Juli 2018 menjadi USD27.00 (flat). Sedangkan untuk bulan September dan November 2018 tidak  terjadi transaksi dengan penutupan harga masing-masing sebesar USD27.08 (turun USD0.01) dan USD26.88 (turun USD0.05)

Harga tersebut diatas adalah berlaku di negara asal, FOB per ton untuk gula kristal putih dan FOB per pound (lb) untuk gula raw sugar serta belum termasuk biaya pengapalan dan premium dengan kurs yang berlaku Senin (05/02) adalah 1 USD sama dengan Rp13.565,-.  (Jo/berbagai sumber).

Read More

PTPN XI Berharap Ada Regulasi Pemerintah Dukung Pengembangan Industri Gula

Post at Tuesday, 06 February 2018,

SURABAYA - PTPN XI meminta dukungan kebijakan pemerintah adanya ketersediaan lahan tebu di Jatim termasuk regulasi yang mendukung pengembangan industri gula dan komoditas beserta program teknis lainnya, ini dimaksudkan sebagai upaya pemenuhan kapasitas pabrik gula BUMN.

Mengingat saat ini makin menyusutnya lahan pertanian terutama lahan tebu di Indonesia. Akibatnya membuat produksi gula nasional pun menurun. Berbagai upaya telah dilakukan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI untuk meningkatkan produksi gula maupun tebu, baik melalui pengadaan lahan-lahan baru maupun melakukan revitalisasi pabrik-pabrik gula agar menjadi lebih efisien dan mampu menghasilkan gula lebih banyak.

Menurut PTPN XI untuk mewujudkan hal tersebut, perlu ada kebijakan dari pemerintah daerah yang mendorong pertumbuhan lahan-lahan tebu agar berdampak pada produksi gula.

Hal ini terungkap dalam diskusi bersama Ruang Ide bertajuk Revitalisasi Agroindustri Menuju Industri Mandiri yang di gelar PTPN XII bersama Jawa Pos Group pada Senin (29/01/2018) di Graha Pena Surabaya.

Direktur Utama PTPN XI M. Cholidi mengatakan, saat ini perseroan telah berupaya penuh untuk meningkatkan kapasitas pabrik gula (PG) agar pencapaian swasembada gula nasional dapat terpenuhi.

“Saat ini yang sudah masuk revitalisasi adalah PG Djatiroto di Lumajang yang akan ditingkatkan menjadi 10.000 TCD dan PG Assembagoes di Situbondo akan ditingkatkan menjadi 6.000 TCD,” jelasnya.

Sedangkan jangka panjang PTPN XI akan memodernisasi 5 PG masing-masing menjadi 4.000 TCD, dan  berencana membangun PG baru di Kabupaten Situbondo dengan kapasitas giling 6.000 TCD.

“Dengan peningkatan kapasitas produksi pabrik kita ini juga mengarah pada kemandirian energi yang menghasilkan energi baru terbarukan yakni exces power, biofuel,” jelas Cholidi.

Sementara jangka pendek yang sudah dilakukan PTPN XI memperluas lahan tebu dan pemenuhan bahan baku gula melalui proyek Agro Forestry kerjasama dengan Perum Perhutani seluas 374,9 ha untuk budidaya tanaman tebu di lahan Perum Perhutani Wilayah Padangan, Bojonegoro, Ngawi, dan Saradan pada Maret 2017, serta pemanfaatan lahan Pemkab Jember seluas 25 ha untuk budidaya tanaman tebu.

“Kita juga investasi pengadaan lahan 367 ha untuk budidaya tanaman tebu dan agrowisata di daerah Baluran Situbondo,” urainya seraya menambahkan turunnya produksi tebu tahun lalu dipengaruhi oleh konsolidasi lahan dan petani yang belum optimal, serta tumpang tindih tata guna lahan dengan komoditas pangan lain dan alihfungsi lahan tebu. Termasuk penyediaan sarpras dan kredit petani tidak tepat waktu.

“Dari sisi biaya produksi juga meningkat tapi HPP belum kompetitif dengan harga gula dunia,” imbuhnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Soekarwo justru mendorong industri gula dari segi produksi di pabrik. Tahun ini akan membeli 1 unit mesin penggiling tebu dari India senilai Rp60 miliar yang akan diujicobakan di Jawa Timur.

“Saya beli mesin dengan kapasitas 500 TCD atau bisa untuk merasionalitas proses produksi gula, mesinnya bisa di uji coba untuk tebu dari lahan 700 ha. Jatim pernah bawa tebu kita ke India bisa sampai 9% rendemennya, di sini rata-rata hanya 7,6%,” kata Pakde panggilan akrabnya.

Dengan mesin tersebut membuat ongkos produksi menjadi lebih murah yakni Rp5.000/kg, sehingga jika dijual di pasaran dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp12.500 maka diharapkan keuntungan petani akan lebih banyak.

Rencananya, Pakde Karwo akan ke India pada 2 Februari mendatang untuk melakukan checking mesin.(Jo/Sumber:disini)

Read More

PTPN XI Minta Pemda Dorong Pertumbuhan Lahan Tebu

Post at Tuesday, 06 February 2018,

SURABAYA - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI meminta sejumlah pemerintah daerah di Jawa Timur untuk mendorong pertumbuhan lahan tebu di masing-masing daerah, karena bisa berdampak pada produksi gula nasional.

Direktur Utama PTPN XI M Cholidi di Surabaya, Senin mengatakan, saat ini perseroan juga sedang berupaya untuk meningkatkan kapasitas pabrik gula (PG) yang ada, tujuannya untuk pencapaian swasembada gula nasional agar dapat terpenuhi.

Cholidi dalam acara diskusi bertajuk Revitalisasi Agroindustri Menuju Industri Mandiri di Surabaya mengakui, semakin menyusutnya lahan pertanian terutama lahan tebu di Indonesia membuat produksi gula nasional menurun.

Oleh karena itu, kata dia, perlu ada kebijakan dari pemerintah daerah yang mendorong pertumbuhan lahan-lahan tebu agar berdampak pada produksi gula.

"Kami meminta dukungan kebijakan ketersediaan lahan tebu di Jatim termasuk regulasi yang mendukung pengembangan industri gula dan komoditas, beserta program teknis lainnya sebagai upaya pemenuhan kapasitas pabrik gula BUMN," katanya.

Ia menjelaskan, PTPN XI saat ini sedang melakukan upaya revitalisasi beberapa pabrik gula (PG), salah satunya PG Djatiroto di Lumajang yang akan ditingkatkan menjadi 10.000 Ton Cane Day (TCD) dan PG Assembagoes di Situbondo yang akan ditingkatkan menjadi 6.000 TCD. Bahkan, kata dia, dalam jangka panjang PTPN XI akan memodernisasi 5 PG masing-masing menjadi 4.000 TCD, termasuk berencana membangun PG baru di Kabupaten Situbondo dengan kapasitas giling 6.000 TCD.

"Di samping itu dengan peningkatan kapasitas produksi pabrik, kami juga mengarah pada kemandirian energi dengan menghasilkan energi baru terbarukan yakni exces power, biofuel dan bioethanol," katanya.

Dalam jangka pendek, kata Cholidi, yang sudah dilakukan PTPN XI untuk memperluas lahan tebu dan pemenuhan bahan baku gula adalah melalui proyek Agro Forestry yang bekerja sama dengan Perum Perhutani dengan memanfaatkan lahan seluas 374,9 Ha, dan budi daya tanaman tebu di lahan Perum Perhutani Wilayah Padangan, Bojonegoro, Ngawi, dan Saradan pada Maret 2017, serta pemanfaatan lahan Pemkab Jember seluas 25 Ha untuk budi daya tanaman tebu.

"Kami juga investasi pengadaan lahan seluas 367 Ha untuk budi daya tanaman tebu dan agrowisata di daerah Baluran Situbondo," katanya.

Ia berharap, upaya itu ke depan akan mendorong produksi gula nasional, sebab turunnya produksi tebu tahun lalu dipengaruhi konsolidasi lahan dan petani yang belum optimal.

"Selain itu, juga karena tumpang tindih tata guna lahan dengan komoditas pangan lain dan alih fungsi lahan tebu, termasuk penyediaan sarana prasarana dan kredit petani tidak tepat waktu," kata dia.(Jo/Sumber:disini)

Read More

Tingkatkan Peluang Usaha, Ini Langkah Perkebunan Nusantara XI ke UMKM

Post at Monday, 05 February 2018,

SURABAYA - Kepala Divisi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan serta Corporate Social Responsibility PTPN XI Sugiarti mengatakan, tahun ini pihaknya menargetkan bisa bermitra dengan sedikitnya 20 UKM. Sebelumnya, pada 2017, ada 20 pelaku usaha yang menjadi mitra.

”Secara umum, trennya tiap tahun meningkat. Pada tahun-tahun sebelumnya, hanya 10 UKM yang bergabung jadi mitra,” jelasnya seperti dikutip Jawa Pos, Rabu (24/1).

Secara akumulasi, PTPN XI memiliki mitra sebanyak 200 UKM. Di antaranya, bergerak di bidang kuliner, fashion, dan kerajinan. Untuk menggaet lebih banyak mitra, pihaknya gencar melakukan sosialisasi di seluruh wilayah kerja yang tersebar di Jatim.

”Kami maksimalkan unit-unit yang ada. Di antaranya, pabrik gula, pabrik spiritus dan alkohol, serta pabrik karung plastik,” tutur Sugiarti.

UKM yang bisa bergabung menjadi mitra terutama yang belum layak mendapatkan pembiayaan dari perbankan (bankable). ”Makanya, ketika jadi mitra, kami dorong mereka untuk mengembangkan usahanya. Supaya naik kelas dan bisa mengakses KUR maupun kredit komersial dari bank,” jelasnya.

Salah satu cara yang dilakukan adalah melalui pelatihan. UKM didorong untuk menempuh strategi pemasaran baru dengan berjualan melalui e-commerce. ”Ada sebagian yang sudah jualan online, tapi paling banter melalui media sosial. Belum banyak yang masuk ke marketplace,” paparnya.

Beberapa persyaratan untuk mendaftar menjadi mitra, antara lain, memiliki omzet maksimal Rp 2,5 miliar per tahun dengan lama usaha minimal enam bulan. ”Sebagian besar mitra kami mengajukan pinjaman Rp 10 juta–Rp 50 juta meski dalam SK menteri pertanian bisa membiayai hingga Rp 200 juta,” jelasnya. Tenor atau masa pengembalian maksimal tiga tahun.

Selain UKM, sebagian besar mitra binaan berasal dari sektor pertanian. Yakni, petani tebu yang jumlahnya mencapai 3.000 orang. Juga ada sektor usaha lain seperti perikanan. (Jo/Sumber :disini)

Read More

Pacu kinerja UKM, PTPN XI Beri Pelatihan ecommerce

Post at Monday, 05 February 2018,

SURABAYA - PT Perkebunan Nusantara XI atau PTPN XI (Persero) berkomitmen untuk meningkatkan kinerja sektor Usaha Kecil Menengah (UKM). Selain memberikan kemudahan kredit lunak dengan bunga 3 persen, BUMN pergulaan tersebut juga melakukan pendampingan dengan memberikan berbagai macam patihan yang dibutuhkan.

Kali ini, PTPN XI mengajak UKM yang telah menjadi binaannya untuk menempuh strategi pemasaran baru dengan berjualan melalui e-commerce. Langkah ini dinilai strategis untuk promosi atau penjualan produk karena sangat mudah dan bisa menjangkau pasar yang lebih besar.

''Sebagian ada yang sudah jualan online, tapi paling banter melalui media sosial, belum banyak yang masuk ke market place,'' ujar Kepala Divisi Program Kemitraan dan Bina Lingkungan serta Corporate Social Responsibility PTPN XI Sugiarti di sela pelatihan, Surabaya, Selasq (23/1/2018).

Melalui kegiatan yang diikuti sebanyak 40 UKM ini ia berharap setengan dari peaerta yang ikut tersebut bisa segera berjualan melalui toko online, Ke depan, pihaknya akan menyiapkan pelatihan dengan keahlian berbeda. ''Arahnya untuk mendorong UKM tersebut supaya inovatif dan kreatif,'' tambahnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa pihaknya pada tahun ini menargetkan bisa bermitra dengan 20 UKM. Sebelumnya pada 2017 lalu, sudah ada 20 pelaku usaha yang menjadi mitra.

''Secara umum, trennya tiap tahun meningkat. Karena pada tahun-tahun sebelumnya hanya 10 UKM yang bergabung jadi mitra,'' jelasnya. Sementara secara akumulasi, PTPN XI sudah memiliki mitra sebanyak 200 UKM. Di antaranya bergerak di bidang kuliner, fashion dan kerajinan.

Untuk menggaet lebih banyak mitra pada tahun ini, pihaknya akan gencar melakukan sosialisasi di seluruh wilayah kerja yang tersebar di Jatim. Mulai dari wilayah barat seperti Madiun, Magetan hingga wilayah timur sampai ke Situbondo. ''Kami maksimalkan unit-unit yang ada, di antaranya pabrik gula, pabrik spiritus dan alkohol serta pabrik karung plastik,'' tutur Sugiarti.

UKM yang bisa bergabung menjadi mitra terutama yang tidak bankable atau belum layak mendapatkan pembiayaan dari perbankan. ''Makanya ketika jadi mitra, kami dorong mereka untuk mengembangkan usahanya. Supaya naik kelas, bisa mengakses KUR maupun kredit komersial dari bank,'' pungkasnya. (Jo/Sumber: disini)

Read More
  • ‹ First
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • 7
  • Last ›
  • MAP LOKASI UNIT